Beranda ARTIKEL Bulan Muharram Adalah Bulan Yang Mulia

Bulan Muharram Adalah Bulan Yang Mulia

5

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

Referensi: https://tafsirweb.com/3052-quran-surat-at-taubah-ayat-36.html
artinya: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri. kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
Di dalam agama Islam ada yang disebut dengan istilah bulan-bulan haram, yakni bulan bulan mulia yang memang dimuliakan oleh Allah SWT dalam wahyu-Nya. Rajab adalah salah satu bulan dari empat bulan yang disebut dengan bulan haram.
Ustaz Ahmad Zarkasih Lc dalam buku Muharram Bukan Bulan Hijrahnya Nabi terbitan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan empat bulan yang dimuliakan Allah SWT. Di antaranya bulan Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Empat bulan yang disebutkan oleh Allah SWT dalam ayat tersebut dijelaskan dan dirincikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya.

“Dari Abu Bakrah r.a., Nabi Muhammad SAW bersabda: Setahun itu ada 12 bulan, dan di antaranya ada empat bulan mulia, tiga berurutan Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab Mudhar yang ia itu berada antara jumada dan sya’ban.” (Muttafaq ‘alaiyh).

Pemuliaan yang diberikan syariat ini tentunya membuat empat bulan haram menjadi berbeda dengan bulan-bulan lainnya, termasuk dalam hal adab dan hukumnya. Jadi bulan-bulan haram adalah Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Disebutkannya Rajab Mudhar dalam hadis itu, bukan berarti Rajab ada banyak jenisnya. Rajab hanya satu, disebutkan demikian karena dahulu ada dua suku yakni Mudhar dan Rabi’ah yang masing-masing sangat memuliakan beberapa bulan Hijriyah.

“Kaum Rabi’ah sangat menyukai dan mengagungkan bulan Ramadhan, sedangkan kaum Mudhar sangat menaruh cinta yang dalam kepada Rajab. Sehingga Rajab menjadi bulan yang sangat dimuliakan oleh kaum ini. Karena itulah, orang-orang dahulu, menyebut Rajab dengan sebutan Rajab Mudhar.” (Syarhu Muslim li an-Nawawi 11/168).

Imam al-Thabari dalam tafsirnya menukil perkataan sahabat Ibnu Abbas r.a. perihal kemuliaan yang Allah SWT berikan untuk bulan-bulan haram ini. Di bulan haram ini menurutnya dosa yang diperbuat akan semakin besar ganjaran dosanya, sebaliknya amal ibadah yang diperbuat akan semakin besar ganjaran pahalanya.

“Allah SWT memberikan keistimewaan untuk empat bulan haram di antara bulan-bulan yang ada, dan diagungkan kemuliaannya bulan itu, dan menjadikan dosa yang terbuat serta amal ibadah yang dilaksanakan menjadi lebih besar ganjaran dosa dan pahalanya.” (Tafsir al-Thabari 14/238).